Rabu, 04 Mei 2011

Mahasiswa Aktivis ITB-SAT Juara 1 AGI 2011 University Grant Competition


Tim Garuda Boys ITB berhasil menyisihkan peserta dari berbagai negara dalam kompetisi penggunaan dan pengembangan software Systems Tool Kit (STK). Raih juara pertama untuk kategori STK Engine (development) dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Analytical Graphics, Inc., tim Garuda Boys mampu menghasilkan simulator yang mempermudah operator dalam menggunakan software STK ini.

Dengan dimotori oleh Hagorly Mohamad dan Satriya Utama dari Program Studi Aeronotika dan Astronotika ITB, serta Sibghatullah Mujaddid dan Ismail Sunni dari Program Studi Teknik Informatika ITB, tim Garuda Boys mengembangkan simulator Operasi Lapan Tubsat berbasis software STK dalam AGI University Grant Competition. Selama enam bulan dimulai pada Senin (01/11/10) hingga  Rabu (04/05/11), kompetisi ini mengajak mahasiswa untuk menghasilkan suatu simulator agar mampu memecahkan berbagai macam masalah di darat, laut, udara, dan ruang angkasa serta pengembangan softwarenya.

Hagorly menuturkan, "Terdapat tiga kategori yang dilombakan yaitu STK Expert (Land/Sea/Air), STK Expert (Space),dan STK Engine (Development)". Tim Garuda Boys ITB memilih STK Engine dengan mengangkat tema mengenai satelit LAPAN-TUBSAT  yang merupakan satelit pertama murni buatan Indonesia. "Sehingga dengan menggunakan software tersebut kami membuat dan mengembangkan simulator stasiun bumi untuk mengendalikan satelit tersebut (red. LAPAN-TUBSAT )," papar Hagorly. 

Percepat Proses Belajar Operator Satelit 

"Simulator ini pada akhirnya bisa mempercepat proses belajar bagi operator baru LAPAN-TUBSTAT," jelas Satriya. Penggunaan kemera resolusi rendah karena star sensor yang telah rusak menjadi salah satu hambatan untuk mengetahui sikap satelit. Hagorly menambahkan, "Saat ini dibutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk membuat operator cukup trampil sehingga bisa efektif memanfaatkan waktu sekitar 10 menit ketika satelit melintas untuk mengambil gambar yang diharapkan." Waktu belajar menjadi lama karena satelit hanya melintas tiga hingga empat kali dalam sehari dengan durasi rata-rata sepuluh menit.

Di bawah bimbingan Dr. Ridanto Eko Poetro dan Dr. Rianto Adhy Sasongko, tim Garuda Boys ITB berhasil meraih prestasi gemilang dan membanggakan. Dalam kompetisi ini ITB membuktikan mampu bersaing di kancah internasional dengan hasil kompetisi: juara pertama kategori STK Expert (Land/Sea/Air) diraih Tim Michael Bociaga dari Purdue University, Amerika Serikat, dan juara pertama kategori STK Expert (Space) diboyong Tim Martin Löscher dari Institute for Aerospace Engineering Technical University of Dresden, Jerman.

Juara pertama untuk kategori STK Expert (Land/Sea/Air) berhasil diraih Tim Michael Bociaga dari Purdue University (Amerika Serikat), Juara pertama untuk kategori STK Expert (Space) berhasil diraih Tim Martin Löscher dari DLR Bremen Institute of Space Systems (Jerman), dan Juara pertama untuk kategori STK Engine (Development) berhasil diraih Tim Garuda Boys dari Institut Teknologi Bandung. Dengan honorable mention (juara harapan) dari Virginia Tech (Amerika Serikat) dan Metropolitan State College of Denver (Amerika Serikat). 

STK Expert: Land/Sea/Air
First place ($1,000 grant): Michael Bociaga of Purdue University, USA

STK Expert: Space
First place ($1,000 grant): Martin Löscher of DLR Bremen Institute of Space Systems, Germany

STK Engine
First place ($1,000 grant): Team Garuda Boys of Bandung Institute of Technology, Indonesia lead by captain Hagorly Mohamad

lebih lengkapnya silakan lihat di link berikut:

http://www.agi.com/resources/academic-resources/for-students/university-grant-competition/default.aspx

Tidak ada komentar:

Posting Komentar